Nuansa

Destinasi Pendidikan

Ilustrasi (Foto: Dok/Google Images)

SATU lagi perguruan tinggi swasta di Lampung bertransformasi menjadi universitas. Sebanyak lima institusi yakni Stikes, STMIK, STIE, AMIK, dan A2M Mitra Lampung merger internal menjadi Universitas Mitra Indonesia. SK Menristek-Dikti No. 518/KPT/I/2018 menyatakan Universitas Mitra Indonesia berhak menyelenggarakan kewenangan akademik dalam empat fakultas, meliputi Fakultas Ilmu Kesehatan, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Fakultas Informatika dan Komputer, dan Fakultas Hukum.

Di usia ke-22 tahun, PTS di bawah naungan Yayasan Mitra Lampung itu resmi menyandang status universitas. Tentu ini menjadi angin segar bagi PTS di Bumi Ruwa Jurai. Kesuksesan itu tentu tidak diraih dengan mudah. Banyak upaya dan perbaikan yang dilakukan demi merengkuh status bergengsi tersebut.



Selain Universitas Mitra Indonesia, ada PTS lain yang juga baru mengantongi status tersebut. Dialah Perguruan Tinggi Teknokrat yang atas restu Kemenristek-Dikti melalui SK Kemenristek-Dikti No. 44/KPT/I/2017 berubah menjadi Universitas Teknokrat Indonesia. Lebih lanjut Rektor mengatakan UTI telah memiliki tiga fakultas: Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, serta Fakultas Sastra dan Ilmu Pendidikan.

Menyandang status baru tentu menuntut penyesuaian struktur dan lembaga sebagai universitas. Banyak pekerjaan yang menanti, dimulai dari menyusun pejabat struktural, dari rektor hingga kaprodi. Ini penting karena perkembangan selanjutnya akan sangat bergantung pada kepemimpinan para pejabat itu.

Berikutnya adalah memastikan tenaga pengajar memiliki kompetensi mumpuni. Haruslah lulusan universitas berkualitas dan berdaya saing. Salah satu indikatornya adalah alumni diterima di dunia kerja. Jangan sampai, lulusannya hanya akan menambah jumlah pengangguran terdidik. Dari sekitar 1 juta lulusan perguruan tinggi setiap tahun, ratusan ribu di antaranya menjadi pengangguran.

Pada Juni 2018, Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa), Kemenristek-Dikti, Intan Ahmad, mengatakan jumlah lulusan perguruan tinggi sekitar 1 juta orang, tetapi ratusan ribu di antaranya menganggur. Hal itu karena dunia kerja membutuhkan berbagai soft skill seperti kepemimpinan, kemampuan kerja sama, hingga negosiasi.

Berkaca dari kondisi itu, baiklah jika kedua PTS yang baru mengantongi izin universitas menjadi pencetak lulusan andal dan siap kerja. Berbagai fakultas baru yang dibuka hendaknya memberikan layanan yang sesuai dengan selera dunia usaha dan industri.

Jangan hanya berorientasi pada hard skill yang ditandai dengan goresan angka IPK. Universitas swasta Lampung harus unggul agar mampu menggaet hati calon mahasiswa lokal maupun luar daerah demi terwujudnya Lampung destinasi pendidikan nasional.

Komentar