Lampung

Dapat Ganti Rugi JTTS, Warga Lamsel Bangun Rumah, Beli mobil dan Lahan

Warga yang mendapat uang ganti rugi jalan tol membangun rumah, membeli mobil dan lahan kebun. (Lampost.co/Aan Kridolaksono)

KALIANDA (Lampost.co) -- Pembangunan jalan tol trans-Sumatera (JTTS) ruas Bakauheni-Terbanggi membawa berkah bagi masyarakat yang lahannya terkena gusur mega proyek nasional tersebut.  

Betapa tidak menjadi sebuah berkah, mega proyek yang membentang dari Pelabuhan Bakauheni hingga ujung pulau Sumatera itu, mendatangkan pundi-pundi ratusan juta hingga miliaran rupiah bagi pemilik lahan yang mendapat uang ganti rugi (UGR) dari proyek tol tersebut.



Sebelum terkena mega proyek JTTS, orang akan berfikir dua kali untuk menggarap lahan dengan lokasi perbukitan dan bebatuan. Namun siapa sangka, lahan dengan tanaman cengkeh dan kayu jati yang tidak subur itu bakal menghasilkan pundi-pundi miliaran rupiah bagi Meran (50) warga Desa Penengahan, Kecamatan Penengahan,  Kabupaten Lampung Selatan.

“Uang ganti untung lebih dari Rp1,5 miliar tersebut, saya gunakan untuk membeli tanah, rehap rumah, dan beli kendaraan truk tanggung. Lainnya saya simpan di bank," kata Meran kepada Lampost.co. Selasa (11/9/2018).

Baca Juga:

Pembangunan JTTS Jadi Rejeki Nomplok, Warga Tritunggal Jaya Banyak Kaya Mendadak

Ia memilih membeli kendaraan truk daripada mobil pribadi. Menurutnya dengan truk, ia dapat membuka layanan jasa angkutan pasir dan bebatuan. “Bisa kerja tiap hari.  karena ada saja orang yang mencari pasir dan batu untuk bangunan," katanya.

Berbeda dengan keinginan Jamal Halim (50) warga Dusun VII, Desa Palembapang, Kecamatan Kalianda. Ia yang menerima UGR tol lebih dari Rp1,2 miliar itu memilih untuk membangun rumah membeli mobil pribadi dan lahan kebun. “Sebagian untuk bangun rumah, beli mobil dan kebun. Dengan UGR itu saya ingin membahagiakan anak-anak,“ ujarnya.

Komentar