Lampung

Dalam 3 Bulan, 7 Bencana Alam Landa Lambar

Kantor BPBD Liwa.Eliyah

LIWA (Lampost.co) -- Selama tiga bulan terakhir terhitung sejak Juni-Agustus, Lampung Barat telah mengalami tujuh kejadian bencana alam dengan lokasi tersebar di sejumlah wilayah.

Kepala BPBD Lampung Barat Maidar, Rabu (5/9/2018), mengatakan ke-7 bencana itu telah ditangani secara darurat pasca-kejadian. Namun ada beberapa fasilitas umum yang rusak akibat bencana yang tidak dapat ditangani pihaknya. Sebab itu bagi fasilitas yang berat maka penangananya diserahkan ke dinas teknisnya yaitu PU.



"Ke-7 bencana yang pernah terjadi itu adalah banjir di Pekon Bumi Hantatai Kecamatan Bandarnegeri Suoh yang terjadi pada 7 Juni. Akibatnya sejumlah rumah warga terendam dengan ketinggian air mencapai sekitar 30-40CM," ujarnya.

Kemudian, longsor dilingkungan perumahan masyarakat Sukamaju, Kelurahan Way Mengaku, Kecamatan Balikbukit. Longsor ini telah ditangani dengan cara membuat talut mengunakan karung tanah.

Lalu pada 4 Juli di Kelurahan Sekincau juga terjadi bencana longsor yang mengenai badan jalan provinsi akibat banjir menjrbol talut.

Kemudian pada 3 Agustus juga terjadi angin puting beliung di Pekon Sukamulya, Kecamatan Sukau. Kejadian itu mengakibatkan puluhan rumah warga rusak ringan. Pihak BPBD, kata dia, telah memberikan bantuan kepada masyarakat yang terkena dampaknya.

"Lalu 30 Agustus lalu, bencana juga melanda Pekon Bumi Hantatai mengakibatkan sejumlah bangunan terendam. Selain rumah warga, banjir juga mengenai bangunan dan fasilitas gedung SMPN 2 Bandarnegeri Suoh," tambahnya.

Selain rumah warga, kata dia, banjir juga menghantam dan merusak jembatan penghubung Pekon Ringinjaya, Bandarnegeri Suoh. Akibatnya akses masyarakat Pekon Ringinjaya menjadi terputus. Untuk mengatasinya masyarakat disana telah membuka jalan alternatif yang baru.

"Selang beberapa jam kemudian banjir juga menjebol gorong-gorong jalan penghubung Sukabumi-Suoh tepatnya di Prkon Tembelang. Akibatnya kondisi jalan menjadi rusak dan tidak bisa dilintasi kendaraan besar lagi," ujarnya.

Kerusakan akibat bencana itu, kata Maidar, khususnya jembatan Ringinjaya penangananya diserahkan ke dinas terkait termasuk kerusakan jalan penghubung Sukabumi-Suoh di Tembelang juga diserahkan ke dinas teknisnya.

 

Komentar