Wat Wat Gawoh

Cuti 730 Hari

Ilustrasi (Foto: Dok/Google Images)

CUTI merupakan hak seorang karyawan untuk mengambil waktu istirahat di antara tahun-tahun kerjanya. Umumnya cuti diberi jatah 12 hari dalam satu tahun.

Kuk mak tiakuk goh, mak dok gantini ana. (Walau tidak diambil cuti itu, tidak ada gantinya dari perusahaan).



Tapi di Pakistan, seorang pejabat perusahaan kereta api nasional membuat geger mengajukan cuti sebanyak 730 hari. Pengajuan cuti karena dia mengaku tidak bisa bekerja di bawah menteri kereta api yang baru.

Seperti dilansir dari laman News World India, surat pengajuan cuti itu pun diunggah ke media daring. Sampai akhirnya unggahan menjadi viral di media sosial di Pakistan. Beragam tanggapan pun muncul sampai meminta pejabat kereta api itu mundur daripada cuti.

Temon do ana, bang nanggung ngakuk prai khua tahun. Sapa sai aga nggantiko guwaimu, wat-wat gawoh. (Betullah, kok mengambil cuti sampai dua tahun. Siapa yang akan menggantikannya, ada-ada saja).

Seperti ini bunyi surat pengajuan itu: "Dengan hormat disampaikan bahwa sikap menteri baru sangat tidak profesional dan tidak sopan. Sebagai anggota terhormat dari layanan sipil Pakistan, tidak mungkin bagi saya untuk terus bekerja di bawahnya. Menteri sepenuhnya berhak bekerja dengan tim dan saling berbagi visi-misi."

"Oleh karena itu, saya menyampaikan pengajuan cuti 730 hari dapat diizinkan," kata dia dalam surat tersebut. Surat pengajuan cuti tersebut menjadi viral di antara para pengguna media sosial Pakistan.

"Saya terkejut melihat isi surat itu. Dapatkah seseorang memberi tahu Tuan Mohammad Hanif Gul bahwa ketika tidak cocok dengan atasan dan tidak ada lagi tindakan yang bisa dilakukan, Anda seharusnya mengundurkan diri. Apakah Anda mengajukan cuti 730 hari itu agar tetap dibayar penuh?" kata salah seorang warganet di akun Twitter.

Warganet lainnya juga menyarankan agar pejabat itu keluar dari pekerjaannya. "Jangan hidup selama dua tahun dengan uang rakyat. Maaf, tapi pria ini seharusnya tidak perlu diperhitungkan lagi," ujar warganet lainnya.

Komentar