Muda

Cerdas Manfaatkan Medsos

Sejumlah anak muda pengguna media sosial tengah berdiskusi dan menunjukkan bagaimana mereka mengelola setiap sosial media yang mereka miliki agar lebih tertata. (LAMPOST.CO/M UMARUDINSYAH MOKOAGOW)

HAI, Guys! Saat ini sulit rasanya sahabat muda bisa lepas dari apa yang dinamakan media sosial yang biasa disingkat medsos.  Tidak jarang banyak informasi yang terkadang tidak jelas sumber dan kebenarannya. Ya, berita-berita hoaks kini membanjiri laman medsos. Sebab itu sahabat muda mesti pandai dalam memilah dan memilih informasi yang berseliweran di media sosial. Lantas, seperti apa cara dan kiat dari sahabat -sahabat muda agar pintar memanfaatkan media sosial?

Sahabat Muda, Riki Prayoga, mengungkapkan setiap orang mesti cerdas dalam mengelola informasi yang masuk dari medsos. Jangan menelan mentah-mentah informasi yang bertebaran. Menurutnya, setiap informasi yang masuk harus disaring. Hal itu akan meminimalisasi hoaks yang beredar.
"Jangan mudah nge-share informasi. Caranya dengan mencari sumber-sumber lain yang tepercaya. Bila perlu cek medianya, sebab ada banyak yang mengatasnamakan media juga," ujarnya.
Riki juga menjelaskan manfaat dari media sosial, yakni memudahkan komunikasi. Selain itu, lebih mudah mendapatkan informasi. Bahkan, tidak jarang bahan-bahan materi perkuliahan yang dibutuhkan banyak ditemui di medsos. “Kalau saya pribadi, informasi tersebut bisa menjadi bahan sharing atau diskusi dengan teman. Jadi, tidak perlu menunggu info media cetak, lebih cepat dapat informasinya," kata mahasiswa Fakultas Pertanian Unila itu.
Sementara itu, Sesilia Maharani Putri, mahasiswi semester IX, mengaku sebagai anak muda harus pandai-pandai mengelola dan memanfaatkan medsos. Menurutnya, banyak informasi yang tidak akurat alias hoaks di medsos. Sesilia menyebutkan jika tidak pandai mengelolanya, dengan mudah akan termakan hoaks dan menyebarkan informasi tersebut kepada orang lain.
Sesilia juga menjelaskan yang paling banyak dipakai di media sosial saat ini untuk berkomunikasi adalah chatting melalui Whatsapp, sharing ke Facebook (FB) maupun Twitter juga Instagram, jualan online dan banyak lagi lainnya. "Kalau dapat info, mesti di-compare dulu dengan yang lain. Kalau saya, medsos lebih banyak dipakai untuk komunikasi dengan orang lain. Buat menghubungi keluarga dan sebagainya," ujar dia.
Sesilia menambahkan medsos juga memudahkan untuk mencari sumber referensi. Bahkan, tidak jarang medsos bisa menghasilkan uang jika dimanfaatkan dengan baik seperti berdagang, dan lain-lain. "Cari bahan kuliah lebih gampang, terus enggak boros kertas."



Mudah
Di sisi lain, Wawan Setiawan mengatakan di medsos informasi lebih mudah dan gampang. Sedangkan zaman dulu untuk mendapatkan informasi itu cenderung sulit. Namun, di balik kemudahan tersebut, ada sisi negatifnya. Di antaranya banyak info yang tidak benar dan tidak semua sumber bisa dipercaya serta dapat dijadikan referensi. Akibatnya, pengguna medsos harus cerdas memilih dan menyaring informasi. "Sekarang banyak akun bodong yang tugasnya nyebarin info hoaks, tidak kredibel," katanya.
Sebagai anak muda yang pandai memanfaatkan medsos, Wawan kini aktif sebagai blogger. Menurutnya, menggunakan medsos itu cukup mudah dan menguntungkan.

"Selain dapat informasi, juga bisa dapetin uang dari sana, seperti admin blogger," ujar mahasiswa Unila itu.

Komentar