Kesehatan

Cegah Paparan Asap Rokok di Kalangan Pelajar, Dinkes Optimalkan Pembinaan di 700 Sekolah Se-Lampura

Petugas Dinkes Lampura melakukan uji sample screning dengan alat smokerlyzer untuk mengetahui kadar karbon monoksida akibat paparan asap rokok di dalam tubuh di kalangan pelajar SMA beberapa hari lalu. (Dok/Dinas Kesehatan Lampura)

KOTABUMI (Lampost.co) -- Guna menekan angka pelajar terkena dampak akibat paparan asap rokok yang merugikan kesehatan, Dinas Kesehatan (Dinkes) optimalkan pembinaan melalui kegiatan sosialisasi bahaya merokok di 700 unit sekolah yang tersebar di 23 kecamatan se-Lampura.

Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Dinas Kesehatan (Dinkes) Lampung Utara, Neli Kusriyanti di ruang kerjanya, Jumat (7/9/2018) mengatakan untuk menekan angka pelajar terkena dampak yang merugikan kesehatannya akibat paparan asap rokok, pihaknya akan mengoptimalkan pembinaan dan sosialisasi bahaya merokok khusus kalangan pelajar yang mengenyam pendidikan di 700 unit sekolah yang tersebar di 23 kecamatan se-Lampura dengan rincian, jumlah unit  SD ada 475 unit, SMP (138 unit) dan SMP (87).



Untuk pelaksanaan, akan dilakukan secara bertahap dan melibatkan petugas kesehatan puskesmas yang ada di kecamatan setempat.

Saat ini, lanjut dia, sosialisasi larangan merokok masih melalui brosur maupun pamflet yang di pasang di dalam ruangan atau halaman serta tidak diperbolehkannya ada iklan rokok di depan pintu masuk sekolah. Sementara untuk pembinaan secara langsung akan bahaya merokok dilakukan secara bertahap oleh petugas guna menekan angka pelajar terkena paparan asap rokok yang merugikan kesehatan.

"Dalam pembinaan ini sekaligus untuk mengefektifkan pemberlakukan Perda No. 8 Tahun 2017 tentang Kawasan Tanpa Rokok," ujarnya.

Komentar