Kesehatan

Cegah DBD, FKUI Sosialisasi Perangkap Telur Jentik Nyamuk di Kalianda

Jajaran FKUI saat memberikan sosialisasi ke-15 desa di Kalianda terkait pencegahan penyebaran vektor DBD. (Foto:Lampost/Juwantoro)

KALIANDA (Lampost.co) --- Upaya mencegah  penyakit Demam Berdarah Degue (DBD), Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Jakarta  memberikan penyuluhan di Kalianda terkait program terbaru  memperangkap telur nyamuk menggunakan barang bekas (Ovitrev). 

Hal tersebut diterapkan FKUI Jakarta ketika menggelar  penyuluhan pencegahan penyakit DBD kepada masyarakat dari 15 desa se-Kecamatan Kalianda, Sabtu (1/9/2018), di Balai Desa Agom, Kecamatan Kalianda, Lampung Selatan.



Kordinator pengabdian masyarakat FKUI Jakarta Beti Ernawati Dewi mengatakan  pihaknya memberikan cara untuk memperangkap telur nyamuk Aides Agepty dengan memanfaatkan barang bekas seperti ember bekas atau penampung air.

"Kami mencoba menyampaikan tugas kami sebagai pengabdian masyarakat dan kami mengimbau masyarakat lebih peduli lagi terhadap penyakit yang ditularkan melalui nyamuk. Kegiatan yang kami berikan dengan mengunakan teknologi yang dapat dilakukan oleh masyarakat itu sendiri,"ujar dia.

Hal senada dikatakan perwakilan dari tim FKUI Jakarta Rawina Winita,  menerapkan dua metode dalam penyuluhan tersebut seperti menerangkan sifat nyamuk dan jenisnya. Kemudian dilanjutkan dengan penerapan cara membuat ovitrev. 

"Paling tidak selama tiga hari sekali warga melakukan pembersihan terhadap ovitrev yang di gunakan melalui barang bekas, penerapan tekmologi perangkap telur ovitrev yang ditempatkan kerumah-rumah agar bisa membuat nyamuk bertelur pada perangkap buatan tersebut. Tapi, jangan sampai dibiarkan selama sepekan. Karena, telur nyamuk itu akan menetas. Jadi, setelah tiga hari dibersihkan perangkat telur nyamuk itu,"katanya.

Sementara itu, Kepala Desa Agom Maryono memberikan dukungan  positif kegiatan penyuluhan yang dilakukan oleh FKUI Jakarta itu. Dirinya berharap masyarakat Desa Agom dapat menanggulangi dan memberantas penyakit DBD. Sehingga, dapat membiasakan hidup bersih dan sehat. 

"Saya sangat mensupport kegiatan ini agar masyarakat Desa Agom peduli dengan pencegahan penyakit demam berdarah degue yang terjangkit akibat gigitan nyamuk terutama untuk kesehatan masyarakat dan kesehatan lingkungan seperti membersihkan tempat-tempat air, menguras bak mandi atau yang lainnya. Sehingga jentik-jentik nyamuk dapat berkurang,"katanya. 

Komentar