Lampung

Bupati Lamtim Lakukan Bakti Sosial dan Trauma Healing pada Anak-anak Korban Gempa Lombok

Foto: Dok

LOMBOK (Lampost.co) -- Bupati Lampung Timur, Chusnunia Chalim melakukan bakti sosial dan trauma healing kepada anak-anak di Madrasah Ibtidaiyah, Dusun Beburung, Desa Madayin, Kecamatan Sambelia, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, Minggu (9/9/2018).

Diketahui trauma healing sangatlah penting dalam membantu memulihkan kejiwaan para korban bencana alam dimana biasanya sering mengalami trauma dan ketakutan yang berlebih ketika mendengar suara-suara menyerupai gaung, getaran, atau semacamnya.



Trauma healing sendiri diutamakan pada anak-anak dan lansia, yang biasanya mengalami trauma paling kuat, baik tingkat stres maupun depresi.

Terhadap anak-anak, program trauma healing dapat dilakukan dengan membangun kelompok bermain yang diikutkan ke dalam kelas, atau kegiatan-kegiatan lainnya seperti bermain, belajar, membaca buku, kegiatan kesenian, bahkan kegiatan beragama.

Menyadari hal tersebut, Chusnunia bersama tim relawan yang teridiri dari unsur dokter, advokat, dosen, traveler, dan PSM (Paguyuban Seniman Muda) Lampung Timur serta Fuye Ongko selaku psikolog dari Yayasan Pulih untuk pemulihan psikososial bagi anak-anak terdampak Gempa Lombok,  secara bersama-sama menghibur serta bermain game dan bermain musik dengan anak-anak agar mereka mampu melupakan kejadian gempa yang terjadi, dan membuat mereka kembali siap dan ceria.

Wali Kelas 2 Madrasah Ibtidaiyah Dusun Beburung, Desa Madayin, Kecamatan Sambelia, Sundusiah Hikmah Hayati mengatakan, kegiatan tersebut sangat menyenangkan bagi anak-anak. 

Karena yang biasanya ketakutan dengan adanya kegiatan ini mereka bisa bahagia. "Hanya itu harapan kami dan mudah-mudahan apa yang diberikan kepada mereka hari ini bisa bermanfaat bagi mereka," katanya.

Terpisah, dr. Jihan Nurlela yang merupakan salah satu anggota tim relawan menuturkan, kegiatan berjalan lancar.

Dari beberapa pasien rata rata mengeluh penyakit terbesar yakni ispa (infeksi saluran pernapasan atas), diare, luka luka pada tubuh, penyakit lambung, dan penyakit penyakit demam biasa lainnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, bahwa kegiatan bakti sosial merupakan kegiatan yang menyenangkan dan penuh keseruan. “Seru banget, dan seneng bisa turut membantu korban bencana di Lombok walapun kontribusinya tidak besar," katanya

Disela-sela menjalankan bakti sosial yang salah satunya dengan turut memasak di dapur umum bagi para korban gempa, dalam trauma healing Chusnunia juga kembali mampu menciptakan senyum di wajah anak-anak korban gempa Lombok dengan membagikan es krim kepada mereka.

Komentar