Ekonomi dan Bisnis

Bisnis Kuliner Pedas di Lampung Kian Menjanjikan

Ceker pedas. (Dok/Ulinulin.com)

BANDAR LAMPUNG (Lampost. co) -- Masyarakat Sumatera khususnya Lampung begitu akrab dengan makanan pedas, hal ini membawa peluang tersendiri bagi pemilik rumah makan, atau tempat yang menyediakan menu-menu pedas.

Salah satu kuliner yang menawarkan menu pedas adalah chicken crush di Mal Boemi Kedaton, food court dengan menu unggulan fried chicken dengan sambal pedas hingga level 9 menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung, setiap harinya puluhan hingga ratusan potong ayam terjual.



Menurut koki Chicken Crush Eriansyah mengatakan, selama kurang lebih satu tahun buka cabang Chicken Crush di Lampung peminatnya cukup banyak, khususnya anak muda, seperti pelajar dan mahasiswa.

Selain menyajikan menu pedas, pihaknya juga menyiapkan bagi costumer yang tidak suka pedas dengan pilihan original atau dengan level rendah. "Peminat makanan cukup banyak, setiap hari costumer berbeda. Banyak juga pelanggan yang repeat order," kata Eri.

Eri menguraikan semakin tinggi tingkat kepedasan, maka harganya akan semakin naik. Seperti level 4-6 tambahan harga Rp2 ribu dan level paling pedas tambah Rp4 ribu. "Level pedasnya disesuaikan dengan jumlah cabainya," kata dia.

Sedangkan untuk cabai sendiri murni menggunakan cabai caplak yang dijamin pedasnya, dan pedasnya cabai tersebut tidak membuat perut sakit.

Menjual makanan pedas seperti geprek miliknya ketika harga cabai mahal, sebab hal itu akan berpengaruh dengan distribusi bumbu, cabai menjadi langka sehingga pengiriman cabai tertunda. "Harga cabai murah atau mahal harga di kami tidak berubah, hanya pengirimanya yang tertunda, karena barangnya langka," kata dia.

Sementara pemilik rumah makan Ceker Mercon Mantap Tos, Adi Jaya mengaku pecinta kuliner pedas di Lampung cukup banyak, pelanggan mereka datang dari semua usia, khususnya anak muda.

Menurutnya ceker mercon sudah memiliki standar pedas tersendiri sehingga tidak ada level, meski demikian costumer bisa request tambah pedas. "Di kami tidak ada level pedes, tapi yang minta lebih pedas banyak," kata dia.

Tidak hanya ceker mercon, di sana juga menjual berbagai pilihan makanan pedas lain, seperti  seblak mercon, sayap mercon dan lain-lain. Begitu juga dengan cabai yang digunakan dia menggunakan cabe caplak,  "Kendala paling sering kalau harga cabe lagi mahal," tutupnya.

Komentar