Pemilu 2019

Bawaslu Loloskan Bacaleg Bermasalah

Sidang mediasi penyelesaian sengketa proses pemilu  di Kantor Sentral Gakkumdu, Jalan Jendral Sudirman, Bandar Lampung, Rabu (12/9/2018). (Foto:Lampost/Triyadi)

BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Badan Pengawas Pemiihan Umum (Bawaslu) Provinsi Lampung meloloskan 2 bakal calon anggota legislatif (bacaleg) yang bermasalah untuk mengikuti konstelasi pemilihan umum (pemilu) 17 April 2019 mendatang.

Bacaleg yang bermasalah tersebut politisi PAN Bonanza Kesuma (BK) dan politisi Partai Golkar Achmad Junaidi Sunardi (AJS). Keduanya mantan terpidana kasus penggelapan dengan hukuman 9 bulan percobaan. BK dan AJS merupakan bacaleg DPRD Provinsi Lampung untuk daerah pemilihan (dapil) 7 yang meliputi Kabupaten Lampung Tengah 



Komisioner Bawaslu Lampung sekaligus Majelis Hakim, Hermansyah mengatakan dalam sidang mediasi pihaknya bersifat pasif. Apabila apabila permohonan partai diterima oleh KPU maka selesai.

"Mediasi itu kesepakatan antar pihak, kami majlis hakim mediasi pemyelesaian sengketa proses pemilu bersifat pasif. Permohonan pemohon dikabulkan oleh termohon baik PAN maupun Golkar," katanya di Kantor Sentral Gakkumdu, Jalan Jendral Sudirman, Bandar Lampung, Rabu (12/9/2018).

Sementara Komisioner KPU Provinsi Lampung Divisi Hukum, M. Tio Aliansyah mengatakan pihaknya menyepakati bacaleg PAN dan Golkar untuk memperbaiki syarat, yaitu dengan jujur melengkapi surat pengadilan yang menyatakan pernah menjadi terpidana. Kemudian melengkapi surat dari kejaksaan sesuai lokasi sengketa persidangan.

"Kemudian menyertai surat dari pimpinan redaksi yang menyatakan bahwa bacaleg tersebut pernah dihukum pidana dengan hukuman percobaan selama 9 bulan. Kemudian bukti pengumuman dari koran. Bila sudah melengkapi syarat maka bacaleg tersbut memenuhi syarat dan diumukan didalam DCT," katanya. 

Sementara untuk Partai Demokrat bacaleg DPRD Provinsi Lampung Dapil 5 Kabupaten Lampung Utara dan Way Kanan atas nama Daroni Mangku Alam (DMA) yang pernah terlibat persoalan hukum mantan koruptor. Pihak Demokrat tidak melakukan gugatan dan akan melakukan pengantian bacaleg. 

Komentar