Internasional

Banjir, Ribuan Warga Myanmar Mengungsi dari Rumah

Banjir yang melanda wilayah Karen, Myanmar (Foto: AFP).

YANGON (Lampost.co)--Banjir telah memaksa ribuan orang dievakuasi dari rumah mereka di wilayah tenggara Myanmar pada Jumat (27/7/2018). Pemerintah dan para sukarelawan bergegas menyediakan makanan dan bantuan kepada para korban.
Hujan lebat menimpa wilayah Karen, negara bagian Mon dan wilayah Bago dalam beberapa hari terakhir dan tidak menunjukkan tanda-tanda mereda. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran bahwa kemungkinan terburuk akan datang.
Foto dan video menunjukkan penduduk ibukota negara bagian Karen, Hpa, yang berperahu di jalan-jalan yang telah berubah menjadi sungai. Sementara warga dipaksa untuk menyelamatkan diri dengan berjalan kaki melalui air setinggi pinggang. Lahan pun terendam air, sementara 11 tempat penampungan didirikan di sekitar kota.
"Ada lebih dari 6.000 orang mengungsi di Hpa-an dan sekitar 4.000 di Myawaddy," kata kepala kepolisian Karen, Kyi Linn kepada AFP, Jumat (27/7/2018).
 Seorang pejabat kementerian kesejahteraan sosial sebelumnya mengatakan 16.000 orang telah mengungsi di delapan kota di Negara Bagian Karen.
Jumlah korban di Negara Bagian Mon dan Wilayah Bago belum dikonfirmasi. Aung San Suu Kyi mengunjungi Negara Bagian Karen sehari sebelumnya, berbicara dengan para korban, pekerja bantuan dan relawan.
Global New Light Of Myanmar mengatakan, pemerintahnya telah memberikan 200 juta kyat untuk membantu mereka yang mengungsi dan membangun kembali jembatan yang hancur akan menjadi prioritas.
"Kami sekarang mengirim makanan kepada korban banjir yang tidak ingin meninggalkan rumah mereka," kata sukarelawan Ni Ni Aung di kota Kyonedoe, menambahkan bahwa mereka tidak akan punya pilihan selain pergi jika hujan memburuk.
Sejauh ini tidak ada korban yang dilaporkan. Seperti negara tetangganya, Myanmar menghadapi banjir besar setiap tahun dan ilmuwan iklim pada 2015 bahkan menempatkannya di peringkat teratas daftar global negara yang paling terpukul oleh cuaca ekstrem.
 
Saat itu lebih dari 100 orang tewas dalam banjir yang juga menelantarkan ratusan ribu orang di seluruh negeri. Sekitar 138.000 orang tewas pada tahun 2008 ketika Topan Nargis menyerang wilayah pantai Myanmar yang luas.

Komentar