Feature

Bagi Pemulung, Pesta atau Hajatan Merupakan Bonus Mengais Rezeki

Lokasi bekas pesta atau hajatan merupakan rezeki tersendri bagi para pemulung untuk mengais rezeki mengumpulkan barang bekas. (Foto:Lampost/Yudhi H)

KOTABUMI (Lampost.co)--Waktu menunjuk sekitar pukul 06.40. Pagi itu, usai perhelatan pernikahan di Desa Sukajadi, Kecamatan Abung Selatan, pasangan pemulung, Wahyanto (52) bersama istrinya, Is Handayani (48) tampak bergegas mengemas plastik bekas air mineral dan kertas-kertas yang berhamburan di lantai lokasi pesta di gelar, Sabtu (3/2).
"Kalau mendengar ada pesta atau hajatan, selama masih bisa saya jangkau bersama istri naik sepeda, saya mendatanginya  pagi-pagi untuk mengumpulkan plastik atau kertas bekas yang bisa saya jual.  Bila datang kesiangan, biasanya sudah di ambil orang," ujar Wahyanto. Plastik bekas air mineral dan kertas bekas yang didapat dari setiap pesta atau hajatan, akan dia kumpulkan dan baru dijual setelah cukup banyak, biasanya setiap seminggu sekali.
"Hasil kami memulung berdua ini seminggu sekali dijual ke pengumpul, dapat uangnya sedikit dan biasanya langsung habis buat beli kebutuhan sehari-hari," ujar ayah empat anak itu.

Bagi warga Kelurahan Kelapa Tujuh, Kecamatan Kotabumi Selatan, tak ada kata mau mengais rezeki dari memulung. Kalau ada hajatan itu merupakan bonus, karena tak perlu menyisir dari rumah ke rumah atau dari tumpukan ke tumpukan sampah mengais plastik bekas. Jika ada pesta atau hajatan,  Wahyono dan istri mampu mendapatkan 2-5 kilo plastik bekas minuman dan 1-3 kilo kertas. Sayangnya tidak ada hajatan setiap hari. 
Soal penghasilan yang diperolehnya, Wahyonto mengaku relatif. "Saya hanya tahu harga jual standar barang bekas misal botol atau gelas plastik bekas air mineral dihargai, Rp 6.500/kg, kertas Rp500/kg, kardus Rp1.500/kg dan besi Rp2.500/kg. 
Wahyanto berharap, hasil jerih payah dia bersama istri  memulung sampah akan membawa kebaikan serta keberkahan bagi keluarga dan anak-anak dapat melanjutkan sekolah ke jenjang pendidikan tertinggi sehingga kehidupan mereka dapat lebih baik dari kondisinya saat ini. 

Komentar