Tajuk Lampung Post

Asa Baru Pedagang SMEP

Kondisi Pasar SMEP terbengkalai. (Dok/Lampost.co)

KEHADIRAN Kapolda baru sepertinya memberikan harapan baru bagi permasalahan sosial dan kamtibmas di masyarakat Lampung, khususnya bagi pedagang Pasar SMEP yang hendak menyelesaikan persoalan melilit mereka.

Bukan berarti pemimpin lama tidak memberi harapan penyelesaian persoalan pedagang. Namun, banyak persoalan telah menghadang buat dituntaskan sesuai dengan skala prioritas. Masalah terorisme misalnya, memerlukan energi tersendiri buat menuntaskannya.



Ini pun bukan berarti persoalan pedagang Pasar SMEP yang seperti diberikan harapan palsu soal pembangunan pasar oleh pengembang menjadi tidak prioritas. Namun, tidak tuntasnya persoalan ini jelas pekerjaan rumah yang harus diselesaikan.

Jalur hukum yang ditempuh para pedagang Pasar SMEP dengan menggugat persoalannya untuk diselesaikan atau setidaknya dana mereka yang telah disetorkan kepada pengembang pasar dapat dikembalikan, harusnya mendapat apresiasi semua pihak.

Merasa tertipu, bahkan diberikan janji-janji palsu bisa saja dibalas dengan beragam aksi hingga yang brutal sekalipun. Namun, puluhan pedagang Pasar SMEP tidak melakukan hal itu. Para pedagang meski terzalimi tetaplah taat kepada aturan hukum.

Para pedagang berlatar belakang pendidikan beragam, memilih menyelesaikan persoalan mereka melalui jalur hukum. Sebelumnya malah beraudiensi dengan Pemerintah Kota Bandar Lampung selaku pemangku kepentingan terhadap persoalan mereka.

Tidak hanya sampai di situ, para pedagang juga telah berkali-kali mengadukan nasib mereka kepada wakil rakyat, DPRD setempat. Lagi-lagi persoalan mentok dan tidak membuahkan solusi. Kasus ini pun mandek hingga bertahun-tahun lamanya.

Akhirnya, pedagang mengadukan persoalan mereka kepada kepolisian, baik ke Polresta Bandar Lampung maupun ke Kepolisian daerah (Polda) Lampung. Salah satu pedagang mengatakan jalur hukum ini ditempuh sebagai ujung perjuangan mereka.

Amat wajar jika kemudian kehadiran Kapolda baru Brigjen Purwadi Arianto di Bumi Ruwa Jurai sangat diharapkan para pedagang dan masyarakat Lampung sebagai hembusan angin surga yang dapat menuntaskan persoalan yang cukup pelik.

Pengembang pasar wanprestasi harusnya bisa didudukkan barang dengan pedagang dan pihak terkait dalam penyelesaian persoalan sebenarnya. Sejatinya persoalan Pasar SMEP ini tidak hanya milik pedagang, tapi juga menjadi persoalan ekonomi mikro.

Keberadaan pasar sebagai roda penggerak perekonomian jadi terganggu. Perputaran uang menjadi tersendat, belum lagi masalah estetika pasar dan tata kota yang mendukung program pemerintah terkait Adipura.

Kondisi pasar mangkrak bertahun-tahun, juga menjadi penyebab timbulnya persoalan baru seperti sampah menumpuk karena lokasi tersebut menjadi tempat pembuangan sampah, hingga menimbulkan bau tidak sedap bagi warga sekitar dan berbiaknya penyakit.

Melihat kompleksnya persoalan tadi, maka penuntasan masalah Pasar SMEP juga menjadi prioritas bersama, demi kepentingan bersama. Jika pedagang telah menunjukkan ketaatannya kepada hukum, patut pula mereka memperoleh keadilan secara hukum.

Komentar