Lampung

APBD-P Lambar Diusulkan Defisit Rp26,08 Miliar

Ilustrasi APBD-P Lampung Barat Tahung Anggaran 2018 (Lampost)

LIWA (Lampost.co) -- ANGGARAN  belanja Pemkab Lampung Barat dalam rancangan APBD perubahan tahun ini diusulkan sebesar Rp1,16 triliun yaitu bertambah sebesar 1,93% dibanding sebelumnya yang ditetapkan sebesar Rp1,16 triliun. 

Sementara rancangan pendapatan diusulkan sebesar Rp1,14 triliun yakni mengalami penambahan sebesar Rp4,70 miliar dari anggaran pendapatan sebelumnya. Dengan adanya perubahan jumlah itu maka anggaran perubahan Pemkab Lambar tahun ini  mengalami defisit Rp26,08 miliar. 



Hal itu dijelaskan oleh bupati Lambar Parosil Mabsus saat menyampaikan nota pengantar APBD perubahan 2018 Senin (10/9/2018).

Perubahan angka itu dilakukan karena ada perkembangan yang tidak sesuai dengan asumsi kebijakan umum APBD yang telah ditetapkan.  Perubahan ini dilaksanakan sesuai dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 sebagaimana telah diubah beberapa kali terakhir dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 21 Tahun 2011.

Rancangan perubahan APBD Kabupaten Lampung Barat Tahun 2018 disebabkan oleh perubahan kegiatan, baik penambahan kegiatan maupun pengurangan kegiatan guna mempercepat pencapaian target 
serta penggunaan saldo anggaran lebih tahun sebelumnya.

Dalam anggaran perubahan ini, kata Parosil, pendapatan daerah Kabupaten Lampung Barat tahun 2018 sebelum perubahan yaitu sebesar Rp1,13 triliun. Terdiri dari Pendapatan Asli Daerah sebesar Rp45,15 miliar, dana perimbangan sebesar Rp860,61 miliar dan lain-lain pendapatan daerah yang sah sebesar Rp230,22 miliar.

Pendapatan Daerah pada rancangan perubahan APBD Kabupaten Lampung Barat Tahun 2018 mengalami perubahan yaitu bertambah Rp4,70 miliar atau meningkat sebesar 0,41 persen sehingga 
total pendapatan daerah pada rancangan perubahan APBD Tahun 2018 menjadi sebesar Rp1,14 triliun.

Anggaran perubahan ini ditargetkan mengalami kenaikan 
menjadi Rp4,90 miliar atau naik sebesar 10,86 persen sehingga jumlah PAD pada rancangan perubahan APBD Tahun 2018 ditargetkan sebesar Rp50,05 miliar.

Untuk dana perimbangan dalam APBD murni sebesar Rp860,61
miliar mengalami penurunan sebesar Rp616,89 juta atau turun sebesar 0,07 persen menjadi Rp859,99 miliar. Penurunan ini terjadi karena pada pos bagi hasil pajak/bukan pajak 
mengalami penurunan sebesar Rp135,88 juta atau 0,52 persen. 

Pada pos dana alokasi khusus juga mengalami penurunan sebesar Rp481,01 juta atau 0,15 persen. Sedangkan pos dana alokasi umum tetap sebesar Rp521,74 miliar. Pada pos lain-lain pendapatan daerah yang sah bertambah sebesar Rp418,74 juta atau 0,18 persen dikarenakan penambahan pada pos dana alokasi 
Desa/pekon.

Parosil menjelaskan, dalam postur anggaran belanja daerah pada rancangan perubahan APBD Tahun 2018 mengalami perubahan sebesar 1,93% dimana pada anggaran sebelumnya ditetapkan  sebesar Rp1,14 triliun terdiri dari belanja tidak langsung sebesar Rp546.29 miliar dan belanja langsung sebesar Rp598,45 miliar. 

Sementara pada APBD perubahan ini, belanja daerah menjadi Rp1,16 triliun yaitu bertambah sebesar 1,93% terdiri belanja tidak langsung Rp553,45 miliar dan belanja tidak langsung Rp613,32 miliar

Komentar