Wat Wat Gawoh

Anak Nenek

Ilustrasi (Dok/Pixabay.com)

SEORANG nenek akan sangat senang saat menimang-nimang cucunya yang baru dilahirkan anaknya. Namun jika dia menimang anak yang baru dilahirkannya.

Api dacok kudo ajong no, ngelahekhko anak luwot kik umokhni adu lewat kidah (Apa bisa nenek itu, melahirkan anak lagi kalau umurnya sudah sepuh).



Tapi klaim ini nyata, seorang nenek asal Inggris berumur 58 tahun melahirkan anak pertamanya. Rahasianya setelah dia menjalani prosedur IVF (in vitro fertilization: salah satu teknik membantu perempuan dengan masalah kesuburan memiliki bayi) di luar negeri.  Saat itu, NHS (layanan kesehatan nasional Inggris) menolak perawatan wanita itu dengan alasan sudah berusia terlalu tua.

Dia harus rela membayar 4.500 poundsterling atau sekitar Rp85 juta untuk prosedur adopsi embrio, di mana telur dan sperma donor dibuahi lalu ditanam di dalam rahim wanita. Dia pun terbang ke India dan menjalani proses itu di sana.

Hakha mahalni kidah, acak niku pawang nakan kimak umpu jak nakamu jong. Wat-wat gawoh (Lebih baik mengadopsi keponakan atau anak keponakanmu nek. Ada-ada saja).

"Jika saya masih memiliki telur tersisa, mungkin kualitasnya tidak terlalu baik pada usia saya saat ini. Tetapi selama rahim saya sehat, tidak ada alasan mengapa saya tidak dapat mencoba prosedur kehamilan donor," ujar sang nenek bernama Carolyne itu.

Seorang dokter menegaskan bahwa rahimnya cukup sehat untuk melahirkan bayi. Tetapi teman-teman Carolyne sempat tidak yakin atas keputusannya untuk hamil.

Carolyne memecahkan tabungannya demi membayar 4.500 poundsterling di International Fertility Centre di New Delhi, serta biaya penerbangan dan akomodasi senilai 1.000 poundsterling untuk perjalanan pada Maret 2017.

"Saya menikmati liburan yang hebat, bepergian dengan becak, melihat Taj Mahal. Klinik itu lebih dari yang saya harapkan. Ada ruang tunggu besar dengan deretan bangku di mana pasangan, yang berharap punya bayi, duduk menunggu," kata Carolyne.

Komentar