Nasional

Abit-abitan Warnai Perayaan Tahun Baru Islam

Sejumlah Warga Di Desa Kedondong, Kecamatan Sokaraja, Banyumas, Jawa Tengah menggelar tradisi Abit-Abitan Di Lapangan Desa Setempat Pada Senin (10/9/2018) Malam. Abit-Abitan Merupakan Tradisi Bermain Obor Yang Diputar-putar. (MI/Liliek Dharmawan)

SEMARANG (Lampost.co) -- PERAYAAN malam menjelang Tahun Baru Islam yang jatuh pada, Senin (10/9), berlangsung meriah di sejumlah daerah. Di Desa Kaliwedi, Kecamatan Kebasen, Banyumas, Jawa Tengah, misalnya. Ratusan warga keliling kampung  menggelar pawai obor dan abit-abitan. Abit-abitan adalah tongkat sepanjang 1,7 meter yang ujung-ujungnya dikasih api kemudian diputar-putar.

Mereka mulai berputar selepas salat Isya. Para pemuda yang terdiri dari karang taruna, pemuda Ansor, remaja masjid dan lainnya keliling kampung. 



Ada yang membawa obor serta tongkat abit-abitan. Di sepanjang perjalanan, mereka beratraksi menyemburkan minyak tanah ke obor, sehingga api menyala besar. Demikian juga para pemuda memutar-mutar tongkat yang ada apinya.

Atraksi secara berbarengan dilangsungkan di halaman Balai Desa Kaliwedi. 

Masing-masing memainkan atraksinya. Ribuan warga yang hadir semakin makin membuat semarak perayaan menjelang tahun baru Hijriah tersebut.

Kepala Desa Kaliwedi Sahud mengatakan bahwa berbagai macam atraksi memang sengaja ditampilkan untuk memeriahkan perayaan pergantian tahun baru Islam. 

"Jangan sampai hanya pergantian tahun baru Masehi yang semarak, tetapi tahun baru Hijriah juga harus dirayakan. Makanya, kami menggelar berbagai macam atraksi yang berhubungan dengan api. Yakni pawai obor keliling dan abit-abitan. Atraksi paling puncak diaksanakan  di halaman Balai Desa Kaliwedi," kata Sahud.

Menurutnya, gelaran tersebut telah menjadi rutinitas desa setempat dalam menyambut tahun baru Hijriah. Yang terlibat ada ratusan, karena lima masjid di kampung ikut serta mengirimkan pemudanya untuk ikut serta pergelaran itu. 

 

 

Komentar