Kesehatan

2022 Lamtim Targetkan Bebas Penyakit Kaki Gajah

Penyakit kaki gajah. (Foto:Shutterstock)

SUKADANA (Lampost.co)–-Setelah tidak lagi menyandang sebagai daerah endemis penyakit kaki gajah, Kabupaten Lampung Timur kini menargetkan menjadi daerah bebas peyakit kaki gajah pada tahun 2022.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lamtim, Syamsu Rizal, kepada Lampost.co, Selasa (28/8/2018) menjelaskan penyakit kaki gajah atau filariasis disebabkan oleh infeksi cacing filaria. Cacing tersebut menginfeksi penderita melalui gigitan nyamuk pada malam hari. Penyakit ini bersifat kronis atau berlangsung lama secara bertahap, cacat menetap seperti pembesaran pada kaki, lengan, dan alat kelamin terjadi bila penderitanya lama tidak mendapatkan pengobatan.



Untuk stadium satu dan dua, penderita masih bisa disembuhkan dengan pengobatan klinis secara rutin. Namun untuk stadium tiga, biasanya sudah sulit disembuhkan sehingga bisa terjadi amputasi pada bagian tubuh yang membengkak permanen, kata Syamsu.

Meski penyakit kaki gajah tersebut tergolong bukan penyakit ganas dan masa inkubasinya bisa dua hingga 10 tahun, namun jika sudah kronis atau sudah mengalami pembengkakan di beberapa bagian tubuh terutama kaki, tetap saja akan mengganggu dan menyengsarakan penderitanya.

Sebelumnya Kabupaten Lamtim, kata Syamsul, memang dikenal sebagai salah satu daerah endemis penyakit kaki gajah di Provinsi Lampung. Hal itu dibuktikan dengan adanya 15 warga yang tersebar di wilayah Kecamatan Sekampung, Sekampung Udik, Marga Tiga, Purbolinggo, dan lain-lain, yang tercatat menderita penyakit kaki gajah baik stadium awal maupun permanen. 

Disamping itu pada Pre TAS (Transmission Assasement Survey) 2012 yang dilakukan oleh Tim Survey dari Kemenkes, hasil uji sampel darah warga dari sejumlah kecamatan tersebut menunjukkan prosentase kuman Mikro Filaria (MF) dalam darah warga lebih dari 4%. 

Karena menyandang predikat sebagai daerah endemis penyakit filariasis ujar Rizal, maka Pemkab Lamtim melalui Dinas Kesehatan setempat kemudian melaksanakan pengobatan masal selama lima tahun sejak 2012 hingga 2017.

Pengobatan masal selama lima tahun tersebut membuahkan hasil menggembirakan, dimana  pemeriksaan sampel darah jari ratusan warga di wilayah kecamatan yang ada penderita penyakit kaki gajah yang dilakukan oleh Tim Survey Pre Tas, Kemenkes pada Mei 2017, menyatakan  hasilnya 100% negatif atau tidak mengandung kuman MF.

Berdasarkan hasil pemeriksaan tersebut maka terhitung sejak Agustus 2017 wilayah Kabupaten Lamtim tidak lagi menyandang predikat sebagai daerah endemis penyakit kaki gajah.
 

Komentar